Langsung ke konten utama

Postingan

Rapuh

Ketika aku rapuh, kau datang merengkuh.. walau jatuh cinta bukan tujuanku, nyaman dekatmu bermuara pada perasaan itu. Kau terlalu sukar untuk kuabaikan, dan terlalu berat untuk kulewatkan. Kamu baik waktu itu, Meskti biasanya, aku tidak terjebak dengan cara-cara seperti itu, tapi berbeda kalau itu kamu. Kusadari, aku baru saja terperangkap, dan untuk Kembali, pintu itu sudah tidak ada lagi.   Dia hanya membutuhkanmu, nyaman dekatmu, senang candamu, bukan mencintaimu.   Tidak apa-apa, meski kita tak pernah jadi satu, setidaknya aku pernah begitu bahagia bersamamu.   Kadang, kau seperti milikku, Kadang, kau seperti orang asing yang hendak pergi dariku, Bagimu, aku memang sebecanda itu.    
Postingan terbaru

Bhanu dan Akhir Bahagia

  “Mari kita akhiri sampai disini saja.” “M-maksudmu?” iris coklat mudanya melebar, raut bingung penuhi wajah eloknya. Gadis itu mendongak menatap pria jangkung disampingnya penuh tanda tanya. 180 cm, setinggi itu kira-kira, sementara dirinya, 15 cm lebih rendah. Bhanu. Matanya selegam arang, jembatan hidungnya tinggi dan garis rahangnya terukir jelas. Dengan badan yang cukup dengan massa otot dan bahu lebar yang tegap, pria ini adalah perwujudan dari bukti nyata bahwa Tuhan sedang bahagia ketika menciptakannya. Bhanu menatap gadisnya dengan seksama. “Aku tidak bisa melakukannya lagi, ini sangat melelahkan. Aku ingin berhenti menunggumu, khawatirkan keadaanmu, aku ingin hidup dengan tenang tanpa terusik olehmu.” Gadis yang rambutnya tersapu deru pantai itu terdiam dan bingung. “Bhanu, maaf—” “Kita menikah saja, Val.” Potongnya langsung. Gadis yang dipanggil Val itu terkejut bukan main, masih berusaha menjernihkan telinganya—takut-takut salah dengar. “Aku tidak bisa berhenti

Caraku Jatuh Cinta

Setelah apa yang terjadi baru-baru ini, kupikir jatuh cinta lagi itu hal terakhir yang akan kulalui. Tapi kemudian, semesta mulai bermain peran dengan mempertemukan kami, tanpa aba-aba. Pertemuan kita biasa saja waktu itu, aku nyaris tidak menyadari kehadiranmu. Tetapi tak butuh waktu lama, kamu mulai memenuhi hari-hariku. Tanpa dibuat-buat, tanpa sengaja, kurasa. Tapi sepertinya langit dan bumi bekerja sama untuk membuat perasaanku hidup lagi, padanya. Alam seolah mendukung, dan menghempaskanku pada perasaan berbunga yang fana itu. Aku yang telah lelah, mencintai dia yang tak cinta, mendadak menatap penuh harap lagi. "Sania! coba ceritakan dengan sederhana, bagaimana ia bisa membuatmu jatuh cinta." Menggambarkannya? Bagaimana ya.. Memulainya saja, tidak kutemukan karena. Dia bukan apa-apa, apalagi siapa-siapa, jadi terlalu beresiko kalau kusebut kita.  Dia teman biasa, tapi aku malah menyukainya. Tidak perlu apa dan bagaimana, aku hanya suka menatapnya tanpa

Masih dia

Menyukainya adalah hal yang tidak pernah kusangka, dia tidak pernah berbuat apa-apa, tapi aku malah jatuh cinta.  Katanya, cinta pada pandang pertama itu tidak ada, tapi kenapa perasaan ini begitu nyata? Tidak paras, etika, atau strata, bahkan pertanyaan mengapa jatuh cinta padanya saja tidak bisa ku jawab karena. Sebab, yang kutahu, semenjak ada dia, aku tidak tertarik pada apa-apa.  Tetapi, rasa yang besar itu tidak cukup menjadi alasan untuk bersama, jika pemilik rasa hanya aku saja.  Tuhan memang kabulkan permohonanku agar aku dapat terus melihatnya, tetapi aku lupa meminta pada-Nya agar dia juga memiliki rasa yang sama.  Dia membuat orang itu buta, bahwa ada orang yang begitu mencintainya, tapi ia tidak dapat melihat apa-apa. Tulusku tidak membuatnya luluh, ia tetap berjuang pada cerita yang menyakitkan.  Meski dia tahu apa yang kurasa, seberapa nyata cintaku padanya, dia tetap biasa saja.  Dan pada akhirnya, aku tidak dapat berbuat apa-apa, membuatnya jatuh cinta saja tidak bisa,

kalau dIa, saya suka

Intinya, saya suka sama seseorang, yang kalau bisa dibilang biasanya saya gak tertarik dengan tipe orang seperti dia. Pokoknya, banyak hal yang saya gak suka, tiba-tiba jadi menarik kalau itu dari dia. Sejak awal, menyukai dia adalah rahasia terbesar saya, karena kalau dipikir, itu perasaan saya, dan cukup saya saja yang tahu, yah.. meskipun rasa ingin memiliki itu sangat tinggi, dan sulit dikendalikan, saya gak pernah berniat untuk jujur tentang perasaan saya ke dia, tapi sayang seribu sayang.. saya ketahuan duluan. Akhirnya saya jujur, bahwa saya memang sangat suka padanya, dan kalau pun dia gak suka sama saya, itu gak apa-apa. Saya gak mau memaksakan perasaan seseorang terhadap saya.  Hanya saja, ketakutan terbesar jika dia mengetahui perasaan saya terjadi, dan akhirnya memang terjadi. Saya gak tahu, apa itu hanya perasaan saja atau yang lain. Tapi rasanya, dia mulai terganggu dengan perasaan saya, mungkin saja dia perlahan risih pada saya yang kadang menatap dia diam-diam, me

Cerita Pendek : Cincin

Helo People!  Kukembali dengan membawa  satu cerita pendek lainnya!  Semoga suka! and..  Happy Reading! Cincin Jakarta tidak berubah, panas matahari masih begitu terik, di perparah dengan kemacetan yang kian hari kian padat. Baik panas ataupun macet, dua hal lumrah tersebut sudah jadi bagian hidup semua orang yang menetap di dalamnya. Meski begitu, hal-hal yang menurut sebagian orang tak menyenangkan ini bisa jadi pemicu rindu seorang kala jauh, setidaknya itu menurut Azka, seorang mahasiswi yang merantau jauh ke negeri ginseng. Studinya dimulai ketika ia lolos seleksi beasiswa S1 Kyunghee University untuk Departemen of Fashion Art di Kota Seoul, Korea Selatan. Bukan perkara mudah untuk mendapatkannya, tetapi Azka bersyukur bisa jadi orang beruntung yang dapat berkuliah di salah satu universitas terbaik se-Asia. Azka tidak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk mendalami ilmu fashion yang seyogianya merupakan cita-cita Azka sejak kecil, ditambah jika berkaca dari kejadian

Cerita Pendek : Kisah Toko Buku

Halo!! Sebelum memposting cerpenku, kali ini aku mau cerita dikit ya? tepatnya tentang dari mana ide cerita ini muncul.  Jadi, di sore yang gelap, hujan dan penuh geludug, aku membuka halaman twitterku, dan menemukan sebuah thread yang didalamnya sudah ribuan orang me-retweet dan reply.  judul Theard itu adalah :  "KETEMU JODOH DI TOKO BUKU" Begitu aku membacanya, kepala gabut-ku yang mulanya mentok karena terserang writer block, mendadak mendapat pencerahan. setelah itu, malamnya aku langsung membuat cerpen ini, dua jam kemudian siap meskipun masih ragu untuk judulnya.  Terimakasih untuk akun twitter @federicakim telah memberikanku inspirasi yang begitu berharga.. Semoga orang itu memang jodohmu.. aamiin.. PS : nama, tempat, dan unsur lain dalam cerpen diubah dari cerita aslinya. Selamat Membaca! Kisah Toko Buku Rasa sakit tidak pernah peduli dengan seberapa besar perasaan kita terhadap seseorang. Dan kadang, rasa itu membutakan se